Sebagai upaya mendukung pelaksanaan Bantuan Pemerintah Program Teaching Factory (TEFA) dan memperkuat keterkaitan pembelajaran dengan kebutuhan industri, SMK Negeri 1 Idi menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengembangan Modul Ajar dan Asesmen, yang dilaksanakan pada 9-11 November 2025 di Aula Sekolah SMK Negeri 1 Idi.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari setiap guru produktif dan adaptif dari berbagai kompetensi keahlian, dengan tujuan utama menyelaraskan perencanaan pembelajaran dengan karakteristik Teaching Factory, yakni pembelajaran yang berbasis produksi atau jasa sesuai kebutuhan dunia kerja.
Workshop ini merupakan bagian penting dari bantuan pemerintah TEFA tahun 2025, yang menekankan pentingnya pengembangan modul ajar dan asesmen terintegrasi untuk mendukung sistem pembelajaran berbasis proyek dan industri.
Selama kegiatan berlangsung, peserta workshop mendapatkan pendampingan intensif dari narasumber berpengalaman, yaitu Demri Sirait, S.T., M.M., Widyaiswara Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik (BBPPMPV BBL) Medan, yang membimbing guru dalam menyusun modul ajar kontekstual berbasis Teaching Factory.
.jpg)
Kegiatan berlangsung interaktif dan produktif. Para guru saling bertukar ide dan pengalaman dalam merancang modul ajar yang aplikatif, yang nantinya akan digunakan pada unit-unit produksi di sekolah.
Sebagian besar peserta mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pentingnya asesmen yang mencerminkan kondisi kerja nyata di industri.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melaksanakan Teaching Factory secara berkelanjutan, di mana pembelajaran tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga mengasah keterampilan kerja, kreativitas, serta etos profesional siswa.
Kepala SMK Negeri 1 Idi Bapak Antoni Samad, S.T., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap terselenggaranya kegiatan ini.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa program Teaching Factory bukan sekadar label, tetapi transformasi cara berpikir dan cara kerja di satuan pendidikan vokasi.
.jpg)
“Workshop ini menjadi bagian penting dari perjalanan sekolah kita menuju pembelajaran yang berorientasi pada dunia kerja. Guru bukan hanya penyampai materi, tetapi juga desainer proses belajar yang menciptakan pengalaman nyata bagi peserta didik,” ungkap Bapak Kepala Sekolah.
Beliau juga menambahkan bahwa kegiatan pengembangan modul ajar dan asesmen ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas lulusan SMK yang siap kerja, kreatif, dan berdaya saing.
“Kita tidak bisa lagi mengandalkan modul ajar konvensional. Pembelajaran harus menyesuaikan dengan dinamika industri. Melalui workshop ini, guru kita belajar untuk berpikir sistematis, kolaboratif, dan berorientasi hasil kerja nyata,” tambah beliau.
.jpg)
Kepala sekolah berharap agar hasil workshop tidak berhenti di dokumen semata, tetapi benar-benar diimplementasikan dalam kegiatan belajar di bengkel, laboratorium, maupun kelas produksi.
Melalui kegiatan Workshop Pengembangan Modul Ajar dan Asesmen dalam Program Teaching Factory, SMK Negeri 1 Idi menunjukkan komitmen kuat untuk terus berinovasi dan beradaptasi terhadap perubahan dunia industri. Kegiatan ini bukan hanya memperkaya kemampuan guru, tetapi juga memperkuat jembatan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.