Senin, 13 Juli 2026, SMK Negeri 1 Idi melaksanakan kegiatan microteaching di hari pertama masuk sekolah. Yang diikuti oleh seluruh guru sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi profesional dan pedagogik pendidik dalam menghadapi tantangan pembelajaran abad ke-21. Kegiatan ini berlangsung dengan pendampingan langsung dari kepala sekolah dan pengawas sekolah sehingga proses refleksi dan perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, para guru berkesempatan mempraktikkan proses pembelajaran dalam skala kecil dengan menerapkan berbagai metode, strategi, serta pendekatan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada murid selama kurang lebih 15 menit. Setiap guru menampilkan simulasi pembelajaran mulai dari kegiatan pembukaan, penyampaian materi, penggunaan media pembelajaran, hingga pelaksanaan asesmen.
Microteaching menjadi sarana bagi guru untuk memperoleh umpan balik yang konstruktif dari rekan sejawat, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Melalui kegiatan ini, guru dapat melakukan refleksi terhadap praktik pembelajaran yang telah dilaksanakan serta mengidentifikasi aspek-aspek yang masih perlu ditingkatkan guna menciptakan pembelajaran yang lebih efektif, bermakna, dan menyenangkan bagi peserta didik.
.jpg)
Bapak Dr. Nurdin, S.Pd., M.A. sebagai Kepala SMK Negeri 1 Idi menyampaikan apresiasi atas semangat dan komitmen para guru dalam mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, microteaching merupakan salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas.
"Kegiatan microteaching ini merupakan wadah bagi guru untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan meningkatkan kompetensi mengajar. Kami berharap budaya refleksi dan kolaborasi antar guru dapat terus berkembang sehingga mampu menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik serta perkembangan dunia kerja dan industri," ujar kepala sekolah.
Sementara itu, pengawas sekolah Bapak Muliadi, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa kegiatan microteaching tidak hanya menjadi sarana evaluasi, tetapi juga sebagai media pengembangan profesional guru secara berkelanjutan.
"Guru profesional adalah guru yang senantiasa belajar dan melakukan perbaikan terhadap praktik pembelajarannya. Melalui microteaching, guru dapat memperoleh masukan yang berharga untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada peserta didik," ungkap pengawas sekolah.
Para peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif memberikan masukan kepada rekan sejawat. Diskusi yang berlangsung setelah setiap sesi microteaching menjadi ruang berbagi praktik baik, inovasi pembelajaran, serta solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi guru di kelas.
Melalui kegiatan ini, sekolah berharap dapat terus memperkuat budaya belajar di kalangan pendidik serta meningkatkan kualitas pembelajaran yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan mutu lulusan. Komitmen untuk terus berinovasi dan berkolaborasi menjadi langkah penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan zaman.